Pantai Swarangan Kalimantan Selatan
Rabu, 20 Juli 2011
Tersenyum di Atas Awan
“Ah, segarnya udara pagi ini. Alhamdulillah, Engkau masih mengizinkanku merasakannya.” Syukur Tonny seraya menghirup dalam-dalam udara yang masih bebas polusi itu. Dia teringat seulas senyuman yang selalu mengisi hari-harinya sejak tiga tahun terakhir ini.
Yah..senyum yang begitu berbeda dan belum pernah dia temui sebelumnya. Jauh dari kesan menggoda, karena memang begitu alami dan bersahaja. Senyum sang bidadari Rohis yang takkan pernah ternoda. Jilbab panjang menutup dada, hingga jubah putih yang membalut seluruh tubuh, mengesankan anggunnya seorang dara solehah.
“Allah memang menciptakanmu begitu indah dan kau hanya boleh diperlakukan dengan indah pula. Aku takkan menyakitimu Aira, karena kau begitu berbeda...” Tonny makin tenggelam dalam lamunannya. Setiap pagi setelah selesai belajar sembari menunggu azan subuh, Tonny memang selalu menikmati suasana terbitnya fajar di balkon kamarnya. Dan terkadang di sela waktunya ini, hadir bayangan Aira yang menghiasi lamunannya. Hingga azan subuh berkumandang, bayangan itu hilang dan berganti dengan ketaatannya pada Maha pemilik cinta. Dengan khusyuk, Tonny berdo’a agar dimudahkan dalam menempuh Ujian Nasional minggu depan.
Hari-hari berlalu, Ujian Nasional telah usai. Semua siswa kelas XII harap-harap cemas menunggu hasilnya. Tak terkecuali Tonny, dia begitu takut semua impiannya gagal. Impia mendapatkan beasiswa meraih gelar Dokter spesialis jantung di Amerika, sekaligus mempersunting sang pujaan hati.
“Ton.... Tonny....!! Selamat ya!! Kamu terpilih mendapat beasiswa kuliah di Amerika...!!” Seru Reza mengagetkanku. “Ah, yang bener Za???? Kamu gak lagi bercanda kaan??” Tonny terkejut bukan main. “Ya ampun Ton...ngapain juga aku bohong? Tuh kamu dipanggil Kepsek, katanya ada surat dari dinas.” “Syukron katsir Reza... Alhamdulillahirabbil alamiiinn......” Tonny bersujud pada Sang Khalik atas kemurahannya.
Minggu depan, Tonny akan bertolak menuju Amerika. Namun dia teringat akan senyum pujaan hati. Tonny berniat melamar Aira sebelum melanjutkan studinya. Jadilah malam itu dia mengungkapkan isi hati kepada orangtuanya.
“Kalau memang kamu sudah menentukan pilihan dan yakin dia yang terbaik mendampingi hidupmu, Ayah dan Bunda akan merestui dan mendukung sepenuhnya nak. Tapi akan lebih baik lagi kalau kamu menyelesaikan studimu dulu...” Ucap Ibunda Tonny. “Iya Bun, Yah,, Tonny mikirnya juga gitu,, tapi ntah kenapa Tonny takut dia keburu dilamar orang sebelum Tonny pulang ke tanah air.. Karena itu, Tonny Cuma pengen dia tau perasaan Tonny. Itu Aja Bunda...”
Ayah dan bunda Tonny saling berpandangan, sadar bahwa ank tunggalnya ini telah beranjak dewasa. “Tonny, dulu waktu ayah seumuran kamu, ayah juga pernah menyukai seorang gadis solehah. Tapi ayah mencoba menahan perasaan itu, karena ingin menuntaskan pendidikan terlebih dahulu. Dan terbukti jodoh memang tak kan kemana, Ibunda mu ini akhirnya bisa ayah persunting.” Tersipu malu Ibunda Tonny menambahkan, “Betul itu Ton, berhusnuzhanlah pada cinta...”
“Makasih atas nasihat Ayah Bunda... Tapi izinkan Tonny mengutarakan perasaan ini pada Aira, Tonny takut semuanya terlambat...” Setengah meminta Tonny berucap. “Hm,,, baiklah, malam ini kita silaturahmi ke rumah Aira, tapi ingat yah, jangan paksa Aira menikah denganmu sekarang! Haha..” Ayah Tonny menengahi permintaan anaknya dengan bijak. “Haha,, yee.. siapa juga yang mau nikah sekarang yah.. Terimakasih Ayah, Bunda.. Tonny senang banget,,” Betapa bahagia Tonny malam itu.
Sesampainya di rumah Aira, Ayah dan ibunda Tonny menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada keluarga Aira. Gayung bersambut, ternyata Aira juga mempunyai perasaan yang sama pada Tonny. Hanya selama ini dia memendam perasaan itu, karena takut Tonny tidak serius mencintainya.
“Maaf Ton, aku dengar kamu akan melanjutkan studi ke Amerika. Apa kamu mengizinkanku untuk mlanjutkan studi juga ke Al Azhar?” Tanya Aira dengan nada bimbang. “Aira..aku mendukung studimu,, Meskipun nanti kita akan terpisahkan jarak dan waktu, namun yakinlah...kita masih bisa berkomunikasi melalui internet dan 3G kan? Hm,,Apa kamu mau menunggu aku pulang dan tetap setia hingga Allah mempertemukan kita lagi?”
“Aku... Hm...Insya Allah aku akan menjaganya Ton..” Jawab Aira. Tetesan airmata tak mampu lagi dibendung kedua insan yang saling mencintai itu. Semua yang menyaksikan janji mereka turut tenggelam dalam suasana haru.
Tahun demi tahun berlalu, tak terasa Aira dan Tonny telah menyelesaikan studi masing-masing dengan predikat cumlaude. Menyadari hal ini, keluarga pun segera mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan mereka di tanah air, dan tentunya mempersiapkan pesta pernikahan untuk memenuhi janji Toni kepada Aira.
Dari Amerika, Tonny bertolak menuju Mesir untuk menjemput Aira. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saat keduanya bersama-sama pulang ke tanah air, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tragis, pada saat melintas di atas samudera Hindia. Hanya beberapa penumpang yang berhasil diselamatkan, itupun mereka menderita luka berat dan trauma secara psikologi. Salah satunya Tonny. Dia harus kehilangan kaki kirinya yang diamputasi.
Namun sakit itu masih sangat jauh rasanya, dibandingkan dengan rasa sakit hatinya kehilangan Aira untuk selama-lamanya. Dia telah kehilangan senyum sang Bidadari yang tak sempat dimiliki. Senyum itu sekarang telah pergi. Aira tersenyum di atas awan, bersama para bidadari surga.
Selasa, 19 Juli 2011
Tentang perasaan
Di hadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit
Di hadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Di hadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja
Di hadapan orang yang kau cintai, Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai, Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja
Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama
“Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada
perasaan yang lebih mendalam”
Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi
Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan
Tapi, mengapa masih saja semua ini membuat aku merasa bingung
Batas antara cinta dan sayang
Sungguh, aku merasakannya..
Apakah sayangku untuk semua orang dan cintaku hanya untuk seseorang?
Apakah cintaku untuk semua orang dan sayangku hanya untuk seseorang?
Apakah cinta dan sayang yang kumiliki untuk semua orang?
Apakah cinta dan sayang yang kumiliki hanya untuk seseorang?
Atau. .
Apakah boleh aku tidak memiliki rasa cinta dan sayang itu?
Bolehkah aku tidak mencintai dan menyayangi…?
Kamis, 14 Juli 2011
OUR 2nd PKL, One day with My friend in Economic Education Program and our young lecturer
Senin, 6 Juni 2011, azan subuh membangunkanku dalam geliat dingin kota Banjarbaru. Tersadar bahwa hari ini PKL sekaligus perpisahan dengan dosen muda yang akan menuntut ilmu di pulau seberang. Pukul 06.00 Wita waktu my home, berpamitan pada ayah dan bunda. Dengan semangat, segera kupacu shogun putih yang selalu menemani setiap langkahku dari seragam putih abu-abu hingga ber almamater “yellow”, menuju kota Banjarmasin tempat menimba ilmu di kampus kebanggaan urang Banjar. Hanya memerlukan waktu satu jam, perjalanan melawan dinginnya subuh yang sebenarnya telah terbiasa kurasakan hingga dua semester ini. Tiba di kos, ku simpan “si putih” di garasi, dan segera melangkahkan kaki menuju kampus.
Waktu menunjukkan pukul 07.30, namun teman2 economy hanya sebagian yang datang. Aduh, sungguh miris rasanya, janji on time jam 07.30 bakal ngaret lagi, ckck.. Apalagi bus unlam juga tak kunjung datang. Bersabar menunggu sang waktu, akhirnya pukul 08.30, unce bus datang, segera saja kami berebut menaiki armada kunig itu, mencari posisi duduk yang nyaman. Kira-kira waktu tempuh 20 menit, kami tiba di Beny Sasirangan, kawasan Gatot Soebroto Banjarmasin. Wah, ternyata Bu Amali dan Bu Yuni, Dosen Pemasaran sudah duluan datang, kami jadi kurang enak, gara-gara ngaret lebih dari satu jam, maafkan kami bu...
Mendengar penjelasan owner Beny sasirangan dan melihat proses pembuatannya, membuatku semakin tertarik dan mengagumi kain khas Kalsel ini. Menurut beliau, prospek usaha sasirangan dan kerajinan khas Banjar justru sangat diminati wisatawan luar daerah apalagi pada saat pameran berskala nasional. Namun ironisnya, urang Banjar sendiri masih kurang tertarik menggunakan kain ini sebagai trend berpakaian di berbagai kesempatan. Padahal coba kita bayangkan, kalau kita membudayakan kain khas daerah ini dalam kehidupan sehari-hari, perekonomian daerah ini juga akan semakin meningkat akibat dari majunya UKM lokal yang memproduksi Sasirangan Banjar. Kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi teman-teman?
Pukul 10.30 Wita, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Banjar, tepatnya di desa Mekar, pembuatan Klepon Bukhari khas Martapura. Perjalanan selama satu jam kami isi dengan bernyanyi bersama dengan musik yang diputar oleh uncle Bus, hhaa..
Hampir jam 12 siang kami baru tiba di klepon Bukhari, segera saja melakukan wawancara dengan pemilik, melihat langsung proses pembuatannya, dan tak lupa membeli klepon buntut sebagai oleh2 untuk keluarga di rumah. Ada-ada saja ulah teman-teman economy disana, teringat dengan kepolosan Imus, dkk yang kecantol dengan salah satu pengemas klepon yang memang cantik sih, hhe.. Atau Dedy yang menegur acil pembuat klepon yang mulai berkeringat dengan derasnya di depan kuali panas. Peace untuk Imus n Dedy... J
Arloji di tangan ku menunjukan pukul 12.30 wita, sayup-sayup terdengar suara azan Zuhur yang mengingatkan kami untuk segera mengingatNya. Segera saja kami bertolak menuju Masjid Raya Al Karomah, Masjid kebanggaan masyarakat Martapura yang sangat megah, nyaman dan membuat hati ini bergetar mengagumi keindahan arsitektur bangunannya. Tentu saja setelah menunaikan shalat, kami tak membuang kesempatan untuk mengabadikan keindahan mesjid ini melalui Canon merahku. Sebenarnya belum puas berfoto, namun hujan deras membuat kami harus segera menuju bus untuk melanjutkan perjalanan kembali. Sempat terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan tujuan makan siang. Padahal sudah sejak awal rencana kami menuju Pondok Makan Subur Group di Jl Mr Cokrokusumo dekat rumah ku. Namun yah, ada beberapa orang yang menginginkan ke tempat lain. Namun akhirnya disepakati, tetap menuju Subur untuk mengisi perut yang mulai berdangdut ini, hha..
Masalah belum selesai begitu saja, susah juga meng-handle pesanan makanan 37 orang, ada yang pesan ini di awal, tapi ganti lagi jadi itu,, ada yang ga sabaran, ada yang marah-marah ma aku, ada yang cerewet,, aduuh pusing.. Tapi yah, aku coba untuk sabar dan melayani kalian semua, itung-itung aku belajar jadi waitres di Rumah makan Mie pelangi ku nanti, gkgkgk
Setelah semuanya kenyang, dan hujan sudah reda, uncle Bus menyarankan agar pada perjalanan pulang menuju Kota Banjarmasin, singgah dulu berwisata ke Kota Citra Graha. Wah.. tentu saja kami setuju, sekalian di sana perpisahan dengan Bu yuni n’ Pa Monry yang akan segera melanjutkan studi beliau ke pulau seberang. Sedih banget rasanya bakal ditinggal dalam waktu yang gak sebentar sama dua dosen muda ini, karena kami menganggap beliau berdua sebagai dosen yang sangat care dan paling memahami kami angkatan 2010 yang sempat terkena banyak permasalahan. Khususnya aku sendiri, aku merasa sangat kehilangan Pa Monry n Bu Yuni, karena tanpa beliau, mungkin saja permasalahan yang baru mendera studi ku kemaren, bisa saja tak sanggup aku lalui dan atasi.. Tapi berkat nasihat, pengalaman, semangat dan kasih sayang yang diberikan Pa Mon n Bu Yun, kepercayaan diri n semangatku bisa timbul lagi. Aku benar-benar merasa kehilangan, pasti kalian juga kan? Kita semua akan merasa ada yang kurang selama dua tahun mendatang,,, Tapi teman-teman, life must go on, kita ga boleh terlarut dalam masalah ini, kita doakan saja semoga beliau berdua selalu sehat, dalam lindungan Allah, dan segera menyelesaikan studi dengan hasil yang memuaskan,, biar di semester 6, bisa kembali membimbing kita, hhe..
Di danau kota Citra, ku kayuh bebek air bersama Ahda, sahabat baikku. Dalam keceriaan dan tawa, aku memandangi kalian semua, khususnya dua dosen muda kita, aku pasti akan merindukan hari ini, hari dimana kita ukir sebuah kenangan indah, hari dimana kita bisa berbagi kebahagiaan, tangis dan tawa pernah mewarnai setiap perjalanan kita hingga semester kedua ini.
Banyak tempat yang berkesan, di kamar kos tempat aku istirahat dan mengulang materi kuliah, di ruang kelas tempat kita bersama menggali ilmu dan wawasan, di Micro teaching tempat sekretariat CYMotion himpunan angkatan kita, di Mesjid tempat kita beribadah dan menenangkan jiawa, sampai di kantin SBC tempat kita bercanda tawa dan mengisi tenaga bersama...
Semuanya memiliki kesan tersendiri untuk aku, seorang Hasnasari yang selalu mencoba untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Maafkan aku, yang mempunyai banyak kesalahan dan kekhilafan yang mungkin saja pernah melukai hati kalian semua. Untuk Bu yuni dan Pa Monry, Maafkan kami yang selalu merepotkan pian berdua, semoga doa kami akan turut menjadi motivator dalam studi pian, cepat kembali ya bu, pak, unlam masih membutuhkan jasa dosen muda yang penuh integritas seperti pian berdua,,,
I will always mis u all,
Terimakasih telah menjadi serpihan cerita dalam puzle kehidupanku... J
Gadisbjb_08062011_23:40
Rabu, 15 Juli 2009
S_O_S (Social Science of Smama), goes to Bali n Malang
2-7 Juli 2009 adalah hari-hari tak terlupakan bagi siswa-siswi kelas XI program studi IPS SMA Negeri 1 Martapura. Memanfaatkan liburan semester genap, aku beserta teman-teman dan empat guru pendamping, berangkat menunaikan sebuah agenda tahunan sekolah kami, yang dinamakan “Study Tour”. Bingung ya Study tour itu apa? Baiklah akan aku jelaskan! Study Tour adalah tugas tahunan sekolah yang diperuntukan kepada seluruh siswa-siswi program studi IPS dalam rangka menambah khazanah pengetahuan siswa tentang kebudayaan, kekayaan alam dan pengetahuan umum mengenai daerah-daerah lain di Indonesia. Selain itu, Study tour yang biasa disebut ST ini juga bertujuan untuk menyegarkan kembali pikiran siswa yang selama dua tahun bersekolah di smama, selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas kesiswaan mereka, seperti belajar, berorganisasi, ujian, olimpiade, mengikuti berbagai perlombaan, dll. Sehingga diharapkan, selain dapat melepaskan kepenatan dan menyegarkan pikiran, pengetahuan siswa-siswi juga dapat semakin bertambah.
Sebenarnya, acara ini sudah kami rancang sejak awal semester genap lalu. Pada mulanya seluruh siswa-siswi XI IPS yang berjumlah sekitar 102 orang, sudah membulatkan tekad untuk penelitian di Bali dan kunjungan Studi di Universitas Muhammadiyah Malang. Namun, seiring berjalannya waktu, rencana yang sudah matang ini lama-lama tergeser dengan berbagai kepentingan lain. Jumlah peserta yang awalnya 100 lebih, yang jadi ikut ke Bali hanya sekitar 57 orang. Yah, singkat kata, akhirnya rombongan kami yang didampingi Pa Arifin Syafei,S.Pd, Rahman Hailie,S.Pd, Dalhar Pilihanto,S.Pd, dan ibunda Dra.Hj.Masminah, berangkat ke Surabaya-Bali-Malang ditemani oleh Tour Leader dari Sejati Perkasa Travel, Ka Fahrian n’ Ka Desar serta Tour guide Malang, Mas Pardi n’ Tour Guide Bali, Bli Ketut. Baiklah, inilah perjalanan kami…….Smama Goes to Bali n
v 2 Juli 2009 at 2.30PM
Kumpul di Smama langsung dianter dua buah bus Pemko Bjb menuju Bandar udara Syamsuddin Noor. Take off dengan city link pukul 17.00 WITA (delay satu jam cuy… hiks), good bye kalsel….
16.55 WIB, welcome to Bandar udara internasional Juanda
v 3 juli 2009
Pukul 00.05 WIB tiba di pelabuhan ketapang, wuih bus kami ngantri
Pukul 06.30 WITA, Welcome to Gilimanuk Bali… Alhamdulillah sampaaaaiiii juga kami semua dengan selamat di Bali. Meskipun cape, perjalanan masih harus berlanjut menuju Denpasar sekitar 4 jam lagi. Transit dulu di RM muslim Bidadari tuk sarapan n mandi or sekedar cuci muka (Hhiiii…) Lanjut ke pantai kuta, shopping di joger, Krisna, malam keakraban, check in
v 4 Juli 2009
Pukul 08.00 WITA, setelah sarapan pagi di resto hotel, kami penelitian social ke desa Gelgel yang pada kampungnya terdapat mayoritas umat muslim disana. Ba’da Zuhur, makan siang dan ganti pakaian, wisata ke rumah adat Galuh, pasar seni sukowati, dan pusat oleh-oleh khas Bali. Back to Hotel… Malam sebelum tidur, evaluasi pelaksanan penelitian di Ballroom hotel Adi Chandra.
v 5 Juli 2009
Pukul 09.00 WITA, check out hotel. Langsung wisata ke Garuda wisnu kencana, Tanjung benoa, dan Tanah Lot. Good bye
v 6 Juli 2009
Setelah antri selama kurang lebih lima jam, akhirnya kami bisa menyeberangi selat bali pada pukul 04.00 WITA. Tertidur pulas dalam perjalanan menuju Universitas Muhammadiyah Malang. 3 jam sebelum tiba disana, kami transit di restoran untuk mandi, ganti baju, dan sarapan pagi. Tiba di fak.ekonomi UMM sekitar pukul 11.00 WIB, langsung disambut kemegahan kampus putih dan keramahan pembantu dekan 1, ibu Sandra. Selesai kunjungan study, transit di restoran mewah “Poenya Babe”, OTW to Andalus Hotel for take a rest… and sleep…
v 7 juli 2009
Hmmh, sebenarnya berat untuk membuka mata pagi ini. Karena hari ini adalah hari trakhir kebersamaan kami dalam indahnya acara ST. Tapi mau bagaimana lagi, sudah ada keluarga dan orang-orang tersayang yang menunggu kami pulang ke Banua tercinta, Kalimantan selatan… Sebelum acara berakhir, kami mengunjungi jembatan Suramadu yang benar-benar cantik dan terbentang sepanjang kurang lebih 5km. Setelah puas take photo, kami menuju jembatan merah plaza untuk shopping. Pukul 14.00 WIB, kami mengantarkan teman-teman yang take off lebih awal pada penerbangan sore. Setelah itu, kami yang terkena penerbangan malam, masih punya waktu untuk makan siang dan berbelanja di Tanggulangin. Yah, pada pukul 18.00 WIB, perpisahan itu benar-benar tiba. Aku sampai menitikkan air mata saat Mas Pardi, TG kami yang sangat baik hati, menjabat tanganku dengan erat berulang kali. Aku sudah menganggap beliau sebagai ayahku sendiri, kerena ketulusan dan kesabarannya dalam membimbing kami selama di Surabaya, Bali dan Malang. Ah mas Pardi, semoga suatu saat nanti, kita bisa bertemu lagi. Pukul 20.30 WITA, kami landing dengan mulus di Bandar udara Syamsuddin Noor Banjarbaru. Tak sabar lagi rasanya, untuk sampai ke rumah dan bertemu dengan kedua orangtuaku. Teman-teman, terimakasih atas kerjasama kalian, semua hal yang telah terjadi, semoga dapat menjadi kenangan dan pengalaman tak terlupakan untuk kita semua… Dan akhirnya, selamat membuat Laporan Penelitian ya? Ingat, tanggal 31 Juli 2009 batas akhir pengumpulannya!! Klo ga, nanti dimarahin Pa Arifin!! Hhhaaa… N@ Love you all… IJ
Senin, 02 Maret 2009
Saat Kau Jauh
Rasa rindu padamu, kini bersarang di benakku...
Cinta itu anugerah yang tak mungkin mudah kumelepaskannya...
Walau seribu rintangan, tak gentar ku untuk menjalani semua denganmu...
Dengarkanlah aku yang setia di hatimu
Kehadiranmu sungguh berharga bagiku
Maka jangan terlalu lama engkau jauh
Jauh di pandangan mataku
Semua rasa curiga kuterhadapmu
Semata karena ku takut kehilanganmu
Maka jangan coba tuk berpaling dariku
Berpaling mengkhianatiku...
Minggu, 23 November 2008
Anggaran Pendidikan dalam APBN
APBN Indonesia dari zaman Soeharto sampai sekarang terlihat berantakan. Entropinya negatif. Berantakan di sini dalam arti tidak pernah pro rakyat dan pro kemajuan khususnya dalam dunia pendidikan.
Perlu ditekankan bahwa pendidikan merupakan pilar pembangunan dan kekuatan sebuah bangsa. Jika fondasinya kuat maka kuat pula bangunannya, namun jika lemah hancurlah bangunan tersebut. Itu sebabnya Nabi Muhammad SAW. menyatakan, tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.
Kesadaran akan pentingnya pendidikan dapat kita contoh dari negara Jepang. Setelah kehancuran
Kunci dari kehebatan Jepang adalah prioritas terhadap pendidikan dalm APBN. Bung Hatta ketika masih hidup sudah mewanti-wanti agar pendidikan diprioritaskan. Bahkan anggota DPR pun menyadari hal itu. Ini terbukti dengan dicantumkannya pasal 31 ayat 4 UUD 1945 yang mengharuskan pemerintah mengalokasikan 20 % APBN untuk pendidikan.
Namun sungguh disayangkan, gagasan tersebut belum juga terealisasi hingga tahun 2008. Alasannya kalsik : orang perlu makan dulu baru pendidikan. Akibatnya negara makin kacau. Ekonomi tersungkur. Pendidikan mahal dan tidak terjangkau rakyat miskin. Dampaknya kemajuan tersendat dan kekacauan social ,makin menjadi-jadi.
Dalam kondisi ini seharusnya pemerintah bertindak gagah berani. Tidak perlu berpikir sektor lain akan kacau, karena sebaliknya justru dengan kucuran dana pendidikan 20% APBN itu akan memicu bangkitnya sektor lain. Pemerintah seharusnya berkaca pada pengalaman (8,1% APBN 2005, 10,3% APBN 2006, 10,6% APBN 2007 dan 10,9% APBN 2008), terbukti bangsa ini sulit keluar dari krisis.
Jadi tidak akan ada salahnya alokasi 20% APBN untuk pendidikan. Saya yakin dengan dana sebesar itu, jika dikawal oleh orang-orang yang amanah, jujur dan merakyat, niscaya bangsa ini akan tercerahkan dan bangkit menuju gerbang kemajuan dan kemakmuran.
By: N@_ips1
^_^
Kamis, 20 November 2008
Inspirated by hijau daun....
Aku tanpamu meski tanpamu....
Bila esok hari datang lagi kucoba tuk hadapi semua ini
Meski tanpamu meski tanpamu....
Bila aku dapat bintang yang berpijar
mentari yang tenang bersamaku disini....
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan....
Suara dengarkanlah aku, apa kabarnya pujaan hatiku?
Aku disini menunggunya masih berharap di dalam hatinya...
Suara dengarkanlah aku, apakah aku selalu di hatinya?
Aku disini menunggunya masih berharap di dalam hatinya...
Dan aku masih tetap disini...
Kulewati semua yang terjadi....
Aku menunggu..aku menunggu....
